Sab'ah, 22 April 2017
Aisyah beberapa bulan ini memiliki ibu yang membantu pengasuhanku, bahkan terkadang mengambil alih semua tugasku (red: dilimpahi -hampir- semua tanggung jawabku) sebagai IBU
Beberapa waktu yang melenakan, menakutkan, dan sekali lagi lagi menanam kesalahan
Berawal dari bulan November 2016 saat nenek aisyah sakit dan beralihlah penitipan pada wali murid yang alhamdulillah sangat sayang pada aisyah....
Semua menggelinding begitu saja, semua terjalin begitu sempurna, bahkan terkadang bunda-nya merasa keenakan.
Pergi kemana-mana tak buru-buru, banyak PeEr terselesaikan meski belum semuanya, maturnuwun Bu....
Hingga beberapa hari yang terasa agak aneh...
Hmmm..., ada yang berubah, tapi apa?
Sampai puncaknya datang ibu pengasuh ba'da maghrib tadi pamit tak sanggup lagi dititipi Aisyah, ia bercerita dengan berurai airmata, ah....
Saya pun sama, sedih....
Tapi saya masih berusaha tenang dan menenangkannya, maka meledaklah apa yang menjadi bahan pikirannya
Apakah aisyah orang lain di keluarga besar saya? Apakah aisyah bukan siapa-siapa sehingga ketika berpapasan dengan keluarga besar saya mereka cuek-cuek saja, sedih itu menggulung rasa saya.
Rasa yang sangat lama tersimpan, mengendap, terkena gelombang endapan itu kembali muncul ke permukaan. Sejenak keruh, memandang jauh, dan akhirnya aku pun ingin kembali jernih.
Ya, baiklah....
Pengasuhan memang tak bisa dipindahkan, sekali waktu bisa didelegasikan, sepertinya sudah waktunya saya memperbaiki visi keluarga kecil saya
"Selamatkan dirimu dan keluargamu dari api neraka"
Bismillah.... Lillah.... Billah....
Hati yang terketuk-ketuk rasa bersalah


0 Komentar