Tentang menjadi orang tua yang tak pernah selesai masa belajarnya
Mendapatkan amanah memang tak mudah, banyak orang yang mendambakannya, begitu pula saya sebagai seorang wanita.
Kehadiran anak adalah kesempatan baru untuk mengupgrade keilmuan kita sebagai pendidik dan orangtua.
Memiliki anak laki-laki memiliki satu kewajiban menanamkan jiwa kepemimpinan sekaligus kemampuan melindungi orang-orang disekitarnya. Maka hal yang harus ditumbuhkan adalah rasa tanggung jawab.
Beberapa cara menanam rasa tanggung jawab pada anak antara lain:
1. Mengenalkan tugas yang harus diselesaikan.
2. Memberikan kepercayaan bahwa anak mampu menyelesaikan tugasnya.
Memiliki anak laki-laki memiliki satu kewajiban menanamkan jiwa kepemimpinan sekaligus kemampuan melindungi orang-orang disekitarnya. Maka hal yang harus ditumbuhkan adalah rasa tanggung jawab.
Beberapa cara menanam rasa tanggung jawab pada anak antara lain:
1. Mengenalkan tugas yang harus diselesaikan.
2. Memberikan kepercayaan bahwa anak mampu menyelesaikan tugasnya.
3. Memberikan pemahaman keuntungan bila tugas terselesaikan maupun kerugian bila tugas tidak terselesaikan.
4.. Memiliki progress report keberhasilan tugasnya.
Semisal anak mendapatkan tugas membersihkan rumah, maka orangtua harus membuatkan support system yang digunakan untuk mengukur keberhasilan menjalankan tugasnya.
Begitulah yang berusaha kami tanam sekalipun seringkali terjadi perdebatan, namun kompromi dapat menyelesaikan setiap hal dalam bingkai kebersamaan.
Salah satu cara yang kami lakukan saat bersih-bersih gudang dan harus mengantarkan kardus bekas ke gudang pengepul rongsokan.
Melihatnya tak tega, namun setelahnya kami menjadi lega. Setidaknya anak belajar menghargai bahwa setiap apa yang dilakukannya ada pertanggungjawabannya (Kak Mora)
4.. Memiliki progress report keberhasilan tugasnya.
Semisal anak mendapatkan tugas membersihkan rumah, maka orangtua harus membuatkan support system yang digunakan untuk mengukur keberhasilan menjalankan tugasnya.
Begitulah yang berusaha kami tanam sekalipun seringkali terjadi perdebatan, namun kompromi dapat menyelesaikan setiap hal dalam bingkai kebersamaan.
Salah satu cara yang kami lakukan saat bersih-bersih gudang dan harus mengantarkan kardus bekas ke gudang pengepul rongsokan.
Melihatnya tak tega, namun setelahnya kami menjadi lega. Setidaknya anak belajar menghargai bahwa setiap apa yang dilakukannya ada pertanggungjawabannya (Kak Mora)



0 Komentar