Upacara bendera pagi ini terasa istimewa,  ada pengalaman baru yang sedang dipelajari oleh anak-anak. Upacara dengan bendera setengah tiang pasti menimbulkan pertanyaan bagi anak-anak. Dan, saatnya menanamkan kecintaan terhadap bangsa dan negara, juga cinta pada kebenaran dan keadilan. Memupuk keyakinan bahwa Alloh akan memihak kebenaran. 


Diawali dengan baris rapi upacara bendera setengah tiang dimulai. Para petugas upacara telah siap di posisinya masing-masing, dipandu oleh guru pendamping yang mengarahkan tugas masing-masing anak agar upacara berjalan lancar.


Selalu ada keseruan baru, anak-anak takkan mungkin bisa baris rapi betul, usaha mereka tetap berdiri dalam barisan sangat luar biasa.


Alghozali sebagai pemimpin upacara, Devan sebagai pembawa acara, zakki pembaca Pancasila, dan Ahmad sebagai dirigen.  Sekali lagi jangan berharap sempurna, namun usaha terbaik mereka untuk tampil baik saat bertugas juga luar biasa. 


Kenapa Upacara Bendera setengah tiang? Karena anak-anak harus tahu kalau tanggal 30 September diperingati sebagai sejarah kelam betapa sekumpulan orang tak bertanggung jawab melakukan hal buruk pada orang baik karena ingin kekuasaan yang lebih tinggi.  

Mereka menghalalkan segala cara termasuk membinasakan sejumlah jenderal dan Kiyai, Namun Alloh tidak membiarkan makar buruk tersebut terjadi, segera Alloh gerakkan orang-orang baik untuk menghentikan kudeta mereka.

Korban telah berjatuhan, maka untuk menghormati para jenderal yang gugur, maka ditetapkan mereka sebagai Pahlawan Revolusi. 



Upacara berlangsung lancar seperti biasanya, dan setidaknya anak mengetahui sedikit cerita sejarah negara ini berdiri. 

Ups, hampir terlewat! Ada juga penyerahan tropi bagi siswa yang berprestasi dengan memenangkan lomba menggambar kaligrafi Juara Harapan 2, dan lomba hafalan hadits Juara Harapan 3. Selamat ya anak-anak hebat! Bagi yang belum juara, kalian juara di hati Mama dan Papa.



Siapapun Anda yang membaca tulisan ini, segera perbaiki hubungan Anda dengan orang-orang tercinta, jangan sampai Anda mencintai mereka, namun mereka merasa Anda mengabaikannya.

Sampai jumpa di liputan berikutnya....