Berdoa adalah kebutuhan seorang Hamba, sebuah pengakuan bahwa kita tak berdaya di hadapan sang penguasa jagad raya. Dan pengakuan mutlak kita butuh pertolongan dari  Yang Maha Bijaksana. 

Maka pembiasaan berdoa dalam setiap aktivitas kita dimulai dari lingkungan terdekat, rumah, sekolah, lingkungan kerja, juga lingkungan masyarakat.

Melihat anak-anak berdoa dengan baik dan bersikap khusyu' juga tenang menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri buat kita.

Esensi doa harus sering kita sampaikan agar anak mampu mencerna dan memaknai kebiasaan berdoa seperti harapan kita.

Pagi setelah aktivitas di halaman, anak-anak masuk kelas dan melakukan doa awal pelajaran,  pulang juga demikian, anak akan melafalkan doa akhir pelajaran.

Berbagai upaya dilakukan oleh guru agar anak fokus berdoa, salah satunya dengan membagikan hadiah, sekalipun hadiah itu berupa undangan tasyakuran sore hari di rumah salah satu siswa yang telah sembuh setelah mengalami kecelakaan dan hampir satu bulan ijin tidak masuk sekolah.

Alhamdulillah, sungguh guru RA banyak siasatnya.

Tasyakuran Hisqil dan Yusuf 

Kesembuhan Hisqil adalah harapan yang mewujud nyata saat ia mampu kembali berjalan dan beraktivitas dengan normal. Maka sebagai bentuk syukur, Uma Hisqil mengundang teman-teman Hisqil untuk datang di acara tasyakuran sore ini.

Kakak beradik yang belajar di lembaga kami, anak-anak istimewa dengan segala keunikannya. Dan tetap menjadi keharusan bagi kita menghargai keunikan masing-masing anak.

Pulang sekolah dengan segenap tantangannya, dan juga keletihan raga yang mulai menua, sempat terbersit rasa tak ingin hadir. Namun karena semangat untuk selalu memberikan yang terbaik membuat para guru berangkat.


Cerita dimulai dan Aisyah tak mau turun, bahkan ikut duduk dipangkuan bundanya, sesekali ia meminta pelukan. Tapi rangkaian acara tetap berjalan.

Setelah menyapa anak-anak dan mengeluarkan boneka Igos, meluncurlah cerita dengan judul Aku Senang Sekolah.

Cerita diawali dengan Igos yang rajin sholat subuh dan ikut dzikir sampai selesai, berbeda dengan temannya yang malas dan suka menjadikan banyak alasan agar tak masuk sekolah.


Satu cerita selesai, tanya jawab akan nama-nama surat, nama-nama Nabi, hadits, dan lain sebagainya membuat acara berlangsung seru. Ada beberapa sulap kolaborasi bu feny dan Bu Dewi yang membuat anak-anak senang sekali.


Umanya Hisqil dan Yusuf mengucapkan terimakasih dan merasa sangat senang dengan acara yang berlangsung serta memohon doa agar putra-putranya menjadi anak-anak yang soleh, Lahumul fatihah....

Nah, kan? Lagi-lagi doa menjadi ujung tombak seorang hamba yang meminta pertolongan Tuhannya, sudahkah kita berdoa hari ini?