Segala puji bagi Allah SWT yang selalu menaungi kita dalam sifat rahman dan rahim-Nya. Allah memberi pelangi setelah hujan, berkah dan hikmah di tiap cobaan, ayat-ayat cinta di tiap helaan nafas, dan jawaban di tiap doa.
Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda kita habibana wa maulana Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabatnya, dan kita selaku umatnya hingga akhir zaman.
Hadirin rahimakumulloh….
Ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan Islam adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah. Ukhuwah Islamiyah merupakan salah satu unsur kekuatan yang menjadi karakteristik masyarakat Islam di zaman Rasulullah
Dimana saat itu Rasulullah SAW mampu membangun masyarakat ideal, memperluas Islam, mengangkat tinggi bendera tauhid, dan mengeksiskan umat Islam dimuka bumi kurang dari setengah abad.
Kenapa? Karena pada saat itu umat Rosululloh sadar akan pentingnya ukhuwah untuk mencapai segenap perjuangan mereka.
Apa sajakah tahap-tahap ukhuwah itu?
Pertama, Ta’aruf yang berarti saling mengenal sesama manusia. Saling mengenal antara kaum muslimin sebagai wujud nyata ketaatan kepada perintah Allah SWT sebagaimana terdapat dalam Al Hujurat ayat 13 yang artinya : “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.”
Maka tidaklah dikatakan bersaudara jika kita tidak saling mengenal, maka marilah kita saling memperkenalkan diri agar terlampaui tahap pertama ini.
Kedua, Tafahum yang berarti saling memahami. Hendaknya seorang muslim memperhatikan keadaan saudaranya agar bisa bersegera memberikan pertolongan sebelum saudaranya meminta, karena pertolongan merupakan salah satu hak saudaranya yang harus ia tunaikan.
Kalau kita tidak faham saudara kita, maka bias jadi kita berbahagia dengan keadaan kita, namun di belahan dunia yang lain ada saudara kita yang tengah berduka. Marilah kita asah kepekaan kita agar mampu memahami saudara-saudara kita, terutama yang berada di lingkungan sekitar kita.
Ketiga, Ta’awun yang berarti saling membantu, tentu saja dalam kebaikan dan meninggalkan segala bentuk kemungkaran.
Jika kita ingin maju, maka hendaklah kita eratkan ukhuwah di antara kita sehingga terjalin kekuatan yang kokoh untuk menyongsong generasi Indonesia yang berImtaq dalam Iptek di masa depan.
Demikian yang bisa saya sampaikan, selamat berjuang dengan segenap tenaga dan fikiran.
Wassalamu`alaikum wa rohmatullohi wa baarokatuh.
Note: Naskah lama diedit kembali



0 Komentar