Dulu, saya berfikir menulis itu butuh damai. Karena keramaian suka sekali mengajak ide-ide kita pergi, hingga saya percaya saya tak mampu menulis. Padahal saya suka menulis, sejak kecil imajinasi saya melambung tinggi dan saya memilih bersembunyi karena takut dibilang gila disebabkan hobi yang berbeda.
Halah, ngomong opo to?
Saya punya diary dengan bahasa-bahasa bersayap, agar ketika diary hilang atau jatuh ke tangan orang lain mereka tak paham. Padahal jika saya membacanya kembali, saya bisa beruraian airmata karena segala kemalangan yang saya rasa.
"Kemalangan yang saya rasa," sangat perlu untuk di-bold line.
Saya sangat bersyukur bisa bangun dari tidur panjang yang memeluk segala ketakutan dan ketidakberdayaan.
Bangkit dan membangun itu sulit, lebih mudah kita menjatuhkan atau merusak saja. Hmmm..., tapi apa artinya hidup kita jika hanya menjatuhkan orang lain, betul bukan?
Nah, berburu pagi untuk menguatkan kesyukuran pada setiap nikmat yang diberikan menjadi sebuah cara tersendiri untuk kontemplasi.
Seperti pagi ini, kembali perempuan cantik bernama Yhanik Prihatini (halo gaes) datang ke rumah jam 04.30 WIB pagi. Wajahnya sumringah dengan jaket tebal setelah meninggalkan tirtoyudo. Hihihi....
Hari ini kami berkesempatan untuk meluncur ke kecamatan rembang, tepatnya ke KB Nurul Hidayah Dusun Brukan Kalisat Rembang Pasuruan. Menyusuri pagi ditemani matahari yang tersenyum malu-malu.
Jam 05.00 WIB dari singosari, sampai di Dusun Brukan jam 06.25 WIB. Disambut Bunda Halimatus Sakdiyah dan Bunda Nur Awiyah. Anak-anak masih belum datang, kami pun mengabadikan apa yang bisa diabadikan.
Menjelang jam 06.45 WIB, guru mengajak anak bermain ayam dan musang, melompat dari jajaran ban bekas yang tertata rapi di halaman.
Jam 07.00 WIB, anak mulai senam pagi dan bersiap-siap masuk kelas. Sepertinya pagi ini akan menjadi hal yang sangat istimewa karena ada kegiatan membuat sate. Hmmm.... Nyam Nyam Nyam....
Kegiatan demi kegiatan berlangsung mengasyikkan, apalagi saat bu Nur masuk kelas dengan menggendong ayam dan membawa anak-anaknya dalam keranjang. Segera saja anak-anak heboh dan berebut mendekati Bu Nur.
Nah, berburu pagi untuk menguatkan kesyukuran pada setiap nikmat yang diberikan menjadi sebuah cara tersendiri untuk kontemplasi.
Seperti pagi ini, kembali perempuan cantik bernama Yhanik Prihatini (halo gaes) datang ke rumah jam 04.30 WIB pagi. Wajahnya sumringah dengan jaket tebal setelah meninggalkan tirtoyudo. Hihihi....
Hari ini kami berkesempatan untuk meluncur ke kecamatan rembang, tepatnya ke KB Nurul Hidayah Dusun Brukan Kalisat Rembang Pasuruan. Menyusuri pagi ditemani matahari yang tersenyum malu-malu.
Jam 05.00 WIB dari singosari, sampai di Dusun Brukan jam 06.25 WIB. Disambut Bunda Halimatus Sakdiyah dan Bunda Nur Awiyah. Anak-anak masih belum datang, kami pun mengabadikan apa yang bisa diabadikan.
Menjelang jam 06.45 WIB, guru mengajak anak bermain ayam dan musang, melompat dari jajaran ban bekas yang tertata rapi di halaman.
Jam 07.00 WIB, anak mulai senam pagi dan bersiap-siap masuk kelas. Sepertinya pagi ini akan menjadi hal yang sangat istimewa karena ada kegiatan membuat sate. Hmmm.... Nyam Nyam Nyam....
Kegiatan demi kegiatan berlangsung mengasyikkan, apalagi saat bu Nur masuk kelas dengan menggendong ayam dan membawa anak-anaknya dalam keranjang. Segera saja anak-anak heboh dan berebut mendekati Bu Nur.
Tanya jawab yang seru, pengalaman mengasyikkan, dan ditambah keseruan lainnya, cerita ayam dan sapi yang disampaikan oleh Bu Sulfi. Segera saja, wajah-wajah serius menyimak, mereka yang asyik bermain mendekat dan ikut duduk menghadap panggung boneka.
Setelah siap belajar, anak-anak mulai bermain sesuai kegiatan main yang disiapkan bu guru, finger painting ayam, Mengurutkan bulu ayam, menghias telor, dan memanggang sate.
Pembelajaran berlangsung asyik dan menyenangkan. Hal yang paling seru saat berkesempatan bersua dengan Bu Hj Muslichah Ketua HIMPAUDI Kecamatan Rembang. 38 KB dengan 83 guru, serta 800 siswa se-kecamatan Rembang. Dan yang membahagiakan adalah 12 lembaga telah terakreditasi dan akan ada 6 lembaga tervisitasi dalam tahap ini. Sebuah progres yang bagus.
Proses Visitasi dilanjutkan dengan pemeriksaan dokumen-dokumen yang diperlukan, dan berakhir dengan baik.
Pemburu pagi menemukan banyak hal untuk disyukuri sekalipun belum sebanyak apa yang telah diberi. Lahumul fatihah....








0 Komentar