"Malang belum hujan," kata Mbak Mira penyiar yang menemaniku sore ini.
Yaaa..., padahal aku sudah persiapan mau cerita tentang hujan, karena semalam Singosari diguyur hujan meski sebagian.
Banting setir! Membaca hanya dalam waktu 10 menit sebelum siaran, akhirnya....
Simaklah kisahnya
Satu hari tanpa bayangan, wah! Membayangkan bahwa kita berjalan dan tidak ada bayangan yang mendahului atau mengikuti kita rasanya pasti asyik sekali.
Maka fenomena yang sangat jarang terjadi pasti dinanti untuk dinikmati dan dipelajari kenapa bisa terjadi. Seperti apakah Hari Tanpa bayangan? Mengapa ada hari tanpa bayangan?
Begitu pula dengan cerita Igos hari ini, di 10 menit terakhir ada obrolan Igos dan Kak Mora tentang hari tanpa bayangan. Mau tau ceritanya? Cerita Tata Surya dan Hari Tanpa Bayangan
Setelah membaca banyak sumber berita, hari tanpa bayangan diawali tanggal 9 September 2019 sampai dengan 20 Oktober 2019. Dan ternyata tidak terjadi di semua tempat. Bahkan oleh BMKG telah dirilis jadwal terjadinya, dimana dan kapan.
Keren, kan? Tahukah kalian, yang mampu meramalkan fenomena alam seperti itu adalah ilmuwan. Nah, Igos menjadi salah satu anak yang bercita-cita menjadi astronot.
Igos mengawali cerita dengan menyanyi, MeVeBuMaYuSaUNePlu
MeVeBuMaYuSaUNePlu
Planet Galaksi Bimasakti ku
Bu guru Igos keren , karena mengajak anak-anak hafal nama-nama planet dengan menjadikan singkatan serta menyanyikannya dengan lagu seperti itu.
Igos menyebutkan dengan lancar bahwa planet-planet penyusun galaksi bimasakti antara lain, Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto.
Awal mula Igos bercita-cita menjadi astronot setelah membaca seorang anak kecil di negeri Chile yang juga mempunyai cita-cita jadi astronot. Kesukaan membaca ensiklopedi alam semesta membuat Igos ingin mengetahui dunia luar angkasa.
Membaca memang menjadi jawaban dari banyak pertanyaan. Maka bila kita penasaran dan ingin mencari jawaban dari sebuah pertanyaan, perbanyaklah membaca.



0 Komentar