Revolusi Industri 4.0 memberi imbas tersendiri bagi dunia pendidikan, salah satunya adalah segenap penghimpunan data berbasis data online dengan ragam aplikasinya.
Ada banyak kendala yang di lapangan tentang data online yang harus diselesaikan lembaga, sehingga Kemenag Kabupaten Malang menyambut baik program PD IGRA Kabupaten Malang yang menggulirkan acara hari ini yang bertempat di MTs Negeri 01 Kabupaten Malang di Sepanjang Gondanglegi.
Bu Ari Wahyu Astuti, S.Pd selaku Ketua PD IGRA mengharapkan agar apa yang disampaikan narasumber bisa diserap dengan baik dan diaplikasikan ke lembaga dengan baik. Sehingga permasalahan bisa teratasi dengan baik.
Bu Ari Wahyu Astuti, S.Pd selaku Ketua PD IGRA mengharapkan agar apa yang disampaikan narasumber bisa diserap dengan baik dan diaplikasikan ke lembaga dengan baik. Sehingga permasalahan bisa teratasi dengan baik.
Bapak Suryadi perwakilan dari Pendma menyampaikan bahwa pendidik RA adalah pendidik yang berkarakter dan siap untuk membangun bangsa menuju Indonesia jaya dan mencerdaskan anak Indonesia.
Tenaga Kependidikan harus familiar dengan aplikasi data online. 01 Januari 2020 diharapkan semua data online sudah ON sehingga hari ini diharapkan semua yang hadir bisa mengikuti dengan baik.
Kedepannya diharapkan semua guru RA bisa lebih fokus mendidik putra-putrinya di lembaga. Dengan membaca Basmallah Pak Suryadi yang mewakili Bpk. Musta'in membuka acara.
Sesi Pertama disampaikan oleh Mas Anung dari Kanwil Jawa Timur
Data Simpatika dibuat berdasarkan Level, mulai dari akun individu guru, akun admin lembaga, akun admin kabupaten. Layanan SIMPATIKA sesungguhnya dibuat Self Service agar guru RA melek IT. Semua guru harus bisa online untuk mempersiapkan kebijakan di Tahun 2020 yang semua kebijakan berbasis data online.
Admin SIMPATIKA dan EMIS harus mendiseminasikan hasil sosialisasi kepada guru.
Akun guru sangat urgent, TPP diharapkan kedepannya pemberkasan untuk pencairan hanya berbasis data online yang ada.
Peredaran informasi yang sangat cepat serta penyalahgunaan informasi juga sangat banyak. Maka diharapkan guru mampu mengoperasikan akun masing-masing.
Sertifikasi melihat Mapel yang tercantum di Sertifikat Pendidik. Terkait lembaga yang memiliki guru tambahan dari TK ke RA selama masih punya data di akun padamu negeri masih bisa proses mutasi langsung dan dapat melanjutkan masa kerjanya.
Banyaknya permasalahan di lapangan membuat Mas Anung mempersilahkan untuk berkonsultasi melalui emailnya di anung.hp@gmail.com
Sesi Kedua disampaikan oleh Mas Ari Mbah-nya EMIS Jatim
Permasalahan EMIS yang harus diselesaikan seiring dengan manajemen data online yang harus diikuti dan dilaksanakan oleh seluruh lembaga binaan Kementerian Agama.
Diskusi seru tentang seluk beluk EMIS yang sering membuat para operator takluk. Namun kesadaran untuk memperjuangkan lembaga agar senantiasa mengikuti peraturan para pemegang kebijakan membuat para operator berjuang melakukan yang terbaik dalam ragam keterbatasan yang ada.
Sesi Ketiga disampaikan Pak Suliyat tentang ARDIRA
Aplikasi Rapor Digital RA masih terasa asing bagi sebagian besar guru RA. Pak Suliyat menjelaskan sepintas tentang ARDIRA agar 407 guru/operator lembaga yang hadir mengenal ARDIRA dan dapat menjalankan sesuai dengan peraturan serta mampu mengaplikasikannya di lembaga masing-masing.
Alhamdulillah acara selesai jam 16.30 WIB
Semoga ilmunya bermanfaat, dan menjadikan IGRA semakin Hebat Bermartabat.
Tenaga Kependidikan harus familiar dengan aplikasi data online. 01 Januari 2020 diharapkan semua data online sudah ON sehingga hari ini diharapkan semua yang hadir bisa mengikuti dengan baik.
Kedepannya diharapkan semua guru RA bisa lebih fokus mendidik putra-putrinya di lembaga. Dengan membaca Basmallah Pak Suryadi yang mewakili Bpk. Musta'in membuka acara.
Sesi Pertama disampaikan oleh Mas Anung dari Kanwil Jawa Timur
Data Simpatika dibuat berdasarkan Level, mulai dari akun individu guru, akun admin lembaga, akun admin kabupaten. Layanan SIMPATIKA sesungguhnya dibuat Self Service agar guru RA melek IT. Semua guru harus bisa online untuk mempersiapkan kebijakan di Tahun 2020 yang semua kebijakan berbasis data online.
Admin SIMPATIKA dan EMIS harus mendiseminasikan hasil sosialisasi kepada guru.
Akun guru sangat urgent, TPP diharapkan kedepannya pemberkasan untuk pencairan hanya berbasis data online yang ada.
Peredaran informasi yang sangat cepat serta penyalahgunaan informasi juga sangat banyak. Maka diharapkan guru mampu mengoperasikan akun masing-masing.
Sertifikasi melihat Mapel yang tercantum di Sertifikat Pendidik. Terkait lembaga yang memiliki guru tambahan dari TK ke RA selama masih punya data di akun padamu negeri masih bisa proses mutasi langsung dan dapat melanjutkan masa kerjanya.
Banyaknya permasalahan di lapangan membuat Mas Anung mempersilahkan untuk berkonsultasi melalui emailnya di anung.hp@gmail.com
Sesi Kedua disampaikan oleh Mas Ari Mbah-nya EMIS Jatim
Permasalahan EMIS yang harus diselesaikan seiring dengan manajemen data online yang harus diikuti dan dilaksanakan oleh seluruh lembaga binaan Kementerian Agama.
Diskusi seru tentang seluk beluk EMIS yang sering membuat para operator takluk. Namun kesadaran untuk memperjuangkan lembaga agar senantiasa mengikuti peraturan para pemegang kebijakan membuat para operator berjuang melakukan yang terbaik dalam ragam keterbatasan yang ada.
Sesi Ketiga disampaikan Pak Suliyat tentang ARDIRA
Aplikasi Rapor Digital RA masih terasa asing bagi sebagian besar guru RA. Pak Suliyat menjelaskan sepintas tentang ARDIRA agar 407 guru/operator lembaga yang hadir mengenal ARDIRA dan dapat menjalankan sesuai dengan peraturan serta mampu mengaplikasikannya di lembaga masing-masing.
Alhamdulillah acara selesai jam 16.30 WIB
Semoga ilmunya bermanfaat, dan menjadikan IGRA semakin Hebat Bermartabat.








0 Komentar