Saya percaya setiap kita memiliki cerita yang berisi suka, duka, luka, bahkan nestapa. Dan setiap kita selalu menginginkan akhir bahagia di akhir cerita yang kita punya.
Maka perjalanan panjang menuju pulang memiliki banyak luka yang harus disembuhkan. Salah satu caranya adalah bercerita. Kenapa demikian? Karena saat bercerita ada banyak katup yang terbuka, maka kita pun mampu menghela nafas dengan lega.
Dan, saat berproses saya banyak menemukan bahwa bercerita menjadi sebuah cara efektif menyembuhkan luka. Pertanyaannya bagaimana bisa?
Sebagai seorang pencerita atau juru kisah yang bertanggungjawab (ciye ciye, hehehe!) saya harus membaca beberapa referensi entah buku atau media online untuk menemukan formula cerita yang akan disampaikan pada audiens. Dan sebagai manusia yang menjadi tempat salah dan lupa serta sumber segala keluh kesah, saya harus terpana. Membaca kisah Rosululloh maka kepedihan hati saya karena ujian dan godaan dunia menyurut sekian langkah. Penderitaan saya belum seberapa, apa yang saya ambil di dunia bahkan lebih banyak dari yang beliau rasakan selama hidupnya. Masihkah saya merasa malang karenanya?
Selain saya memang asli wong Malang, memang tak ada pilihan lain selain menggelembungkan rasa syukur bahwa saya masih diberi kesempatan memperbaiki diri.
Maka, bagi saya ketika bercerita adalah cara menyembuhkan luka, agar saya menjadi lebih berdaya diantara carut marut dunia dengan segala keindahan dan tipu dayanya. Halah, ngomong apa ya?
Saat memiliki masalah dan menjadikan diri sndiri seakan tak berdaya, maka keinginan menyerah begitu menggoda, namun saat membaca kembali referensi tentang semangat dan keistiqomahan para ShalafushSholih dan Tokoh legendaris Muslim, saya menemukan kembali kekuatan yang hilang. Sekalipun apa yang saya lakukan tak sebaik mereka, namun saya percaya proses menyembuhkan luka dengan niat semata karenaNya maka DIA pula yang akan menuntun kita.
Bila kehidupan sehari-hari? Sering saya temukan betapa sulitnya kita berbagi tentang masalah yang menjerat kita, carilah orang yang kau percaya, bagikan apa yang kau rasa, selebihnya serahkan pada Sang Pencipta, semoga segala luka akan sembuh sesuai dengan janjiNya, DEMI MASA....
Berbahagialah diatas segala rasa, lahumul fatihah
Dan, saat berproses saya banyak menemukan bahwa bercerita menjadi sebuah cara efektif menyembuhkan luka. Pertanyaannya bagaimana bisa?
Sebagai seorang pencerita atau juru kisah yang bertanggungjawab (ciye ciye, hehehe!) saya harus membaca beberapa referensi entah buku atau media online untuk menemukan formula cerita yang akan disampaikan pada audiens. Dan sebagai manusia yang menjadi tempat salah dan lupa serta sumber segala keluh kesah, saya harus terpana. Membaca kisah Rosululloh maka kepedihan hati saya karena ujian dan godaan dunia menyurut sekian langkah. Penderitaan saya belum seberapa, apa yang saya ambil di dunia bahkan lebih banyak dari yang beliau rasakan selama hidupnya. Masihkah saya merasa malang karenanya?
Selain saya memang asli wong Malang, memang tak ada pilihan lain selain menggelembungkan rasa syukur bahwa saya masih diberi kesempatan memperbaiki diri.
Maka, bagi saya ketika bercerita adalah cara menyembuhkan luka, agar saya menjadi lebih berdaya diantara carut marut dunia dengan segala keindahan dan tipu dayanya. Halah, ngomong apa ya?
Saat memiliki masalah dan menjadikan diri sndiri seakan tak berdaya, maka keinginan menyerah begitu menggoda, namun saat membaca kembali referensi tentang semangat dan keistiqomahan para ShalafushSholih dan Tokoh legendaris Muslim, saya menemukan kembali kekuatan yang hilang. Sekalipun apa yang saya lakukan tak sebaik mereka, namun saya percaya proses menyembuhkan luka dengan niat semata karenaNya maka DIA pula yang akan menuntun kita.
Bila kehidupan sehari-hari? Sering saya temukan betapa sulitnya kita berbagi tentang masalah yang menjerat kita, carilah orang yang kau percaya, bagikan apa yang kau rasa, selebihnya serahkan pada Sang Pencipta, semoga segala luka akan sembuh sesuai dengan janjiNya, DEMI MASA....
Berbahagialah diatas segala rasa, lahumul fatihah



0 Komentar