Acara yang dilaksanakan oleh kementerian agama terkait Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) tahun anggaran 2020 akan segera dicairkan ke lembaga penerima bantuan yakni RA yang sudah memenuhi persyaratan. Dan kebahagiaan terpancar jelas dari wajah para Kepala RA yang hadir saat mendengar kabar dana BOP naik 100%. Jadi tahun anggaran 2020 setiap siswa RA akan mendapatkan bantuan 600.000/tahun.
Menjadi tujuan pemerintah bahwa dana BOP akan membantu operasional lembaga, meringankan biaya pendidikan anak didik bagi siswa tidak mampu, serta menjadi sebuah upaya penanggulangan stunting yang dimulai di sekolah.
Kegiatan ini diikuti oleh 405 lembaga RA. Dimana acara terbagi 2 sesi 1 yakni pagi jam 08.00-11.30 WIB dan sesi 2 yakni siang jam 13.00-16.30 WIB.
Acara dibuka jam 13.00 WIB (karena kebetulan penulis mendapat giliran mengikuti sesi 2) oleh pembaca acara yang disambung doa pembukaan oleh Bpk. Pengawas.
Dilanjutkan sambutan dari Bpk. Arifin selaku ketua penyelenggara menyampaikan bahwa IGRA yang selalu bersemangat akan menerima beberapa informasi terkait juknis BOP tahun anggaran 2020, juknis TPP dan TPG, dan juga oleh-oleh Bunda Ari Wahyu Astuti yang telah mengikuti rakornas di Bandung.
Beliau menyatakan secara keseluruhan dana BOP sejak awal ditransfer langsung ke rekening lembaga. Kalaupun ada kendala di lapangan dievaluasi dan dicarikan solusi agar bantuan yang diberikan benar-benar memudahkan lembaga penerima. Sehingga semangat guru RA senantiasa terjaga.
Sambutan dari Bpk Musta'in selaku Kepala Kantor Kementerian Agama menyampaikan bahwa kita semua harus bersyukur karena RA semakin nge-TOP dengan semangat belajar yang tinggi sehingga banyak mengukir prestasi.
Adalah tugas penyelenggara pendidikan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan di lingkungan lembaga bagi para peserta didiknya, kesehatan dan gizi anak selama pendidikan juga perlu diperhatikan agar anak mampu berkembang secara optimal.
Pada akhirnya beliau mengingatkan keberadaan dana BOP adalah untuk meningkatkan layanan pendidikan yang diberikan dan untuk benar-benar dilaksanakan sesuai juknis dan membuka acara.
Sosialisasi Pengelolaan BOP disampaikan oleh Bapak Muhajir, beliau menerangkan dasar BOP RA dan mekanisme, serta komponen pembelanjaan yang diperbolehkan sesuai Juknis, beliau juga menggarisbawahi bahwa penggunaan BOP harus efektif dan efisien. Selama penjelasan berlangsung terjadi dialog dengan para kepala RA tentang kendala yang terjadi di lapangan. Diskusi dan solusi membuat para Kepala RA sedikit berlega hati. Semoga benar BOP membantu lembaga RA sesuai dengan tujuan pemerintah.
Sesi terakhir diisi oleh Bunda Ari Wahyu Astuti yang menyampaikan tentang WADOOL DP32A yang baru dilaunching di Kabupaten Malang. Beliau juga menyampaikan tentang program PP IGRA tentang APGURAINDO 2020.
Memang, untuk menjadi hebat harus terus belajar, IGRA Hebat Bermartabat bukan sekedar slogan, namun menjadi sebuah kebanggaan untuk sebentuk pengabdian demi kemajuan peradaban Indonesia di masa depan.
Semoga Alloh senantiasa memberikan kekuatan dan keberkahan bagi para pejuang pendidikan, Lahumul fatihah....
Sosialisasi Pengelolaan BOP disampaikan oleh Bapak Muhajir, beliau menerangkan dasar BOP RA dan mekanisme, serta komponen pembelanjaan yang diperbolehkan sesuai Juknis, beliau juga menggarisbawahi bahwa penggunaan BOP harus efektif dan efisien. Selama penjelasan berlangsung terjadi dialog dengan para kepala RA tentang kendala yang terjadi di lapangan. Diskusi dan solusi membuat para Kepala RA sedikit berlega hati. Semoga benar BOP membantu lembaga RA sesuai dengan tujuan pemerintah.
Memang, untuk menjadi hebat harus terus belajar, IGRA Hebat Bermartabat bukan sekedar slogan, namun menjadi sebuah kebanggaan untuk sebentuk pengabdian demi kemajuan peradaban Indonesia di masa depan.
Semoga Alloh senantiasa memberikan kekuatan dan keberkahan bagi para pejuang pendidikan, Lahumul fatihah....










1 Komentar
Luaar biasa
BalasHapusSiap belajar