Bercerita tentang keseharian pendidikan di RA Baitul Mu'minin Muslimat 17 yang kami laksanakan tiap hari, tak lengkap rasanya bila tak berbicara tentang guru. Karena guru adalah ujung tombak layanan pendidikan yang diselenggarakan sebuah lembaga.
Menjadi kewajiban kami pula untuk menyampaikan bahwa setiap individu yang terlibat dalam proses pembelajaran bisa mengambil peran sebagai guru.
Seperti anak-anak, mereka juga guru bagi kami, mengajarkan ketulusan, kepolosan, dan kebahagiaan dalam setiap aktivitas mereka.
Sekalipun demikian, pembentukan karakter cinta tanah air yang ditanamkan melalui Upacara Bendera yang dilaksanakan tiap hari Senin tetap dilaksanakan, prosentase peserta upacara bendera yang mengikuti dengan baik kisaran 80-90%.
Batas toleransi diberikan karena tak semua anak mampu diam dalam jangka waktu 15-20 menit.
Pengembangan fisik motorik dilaksanakan dengan disiplin saat berbaris, rapi saat berdiri dalam barisan, memberikan penghormatan saat aba-aba diberikan, mengasah aspek sosial emosional anak juga.
Pengembangan bahasa dilakukan dengan pemberian tugas pembaca susunan upacara, pembacaan Pancasila, dirigen saat menyanyikan lagu Indonesia Raya dan juga sebagai Pemimpin Upacara.
Guru, memberikan ilmu sesuai dengan kemampuan anak-anak dalam tahapan usia kronologis mereka. Kemampuan anak-anak mengikuti upacara bendera adalah sebuah kesuksesan kecil untuk bekal mereka di masa depan.
Kematangan emosional anak perempuan selalu mendahului anak laki-laki, sehingga hampir sepanjang upacara anak-anak perempuan mampu bertahan dengan baik.
Menikmati kepolosan mereka saat menjadi peserta, petugas upacara, dan harus memperhatikan kemajuan atau juga kendala yang mereka alami sepanjang upacara dilaksanakan menjadikan kami belajar bagaimana menghantar ilmu sesuai kebutuhan mereka merawat Indonesia di masa depan.
Nikmatilah hidupmu dengan sempurna, semoga kita mampu memeluk bahagia dalam setiap aktivitas kita, Lahumul fatihah....







0 Komentar