Bagi saya yang hobi bercerita dan naik panggung karena ingin mencoba saat banyak kesempatan terbuka. Maka inilah sekelumit kisah saya dengan barisan boneka cablak yang saya jadikan teman saat berkeliling kemanapun Alloh mengijinkan.
Kak Mora dan Rahma
Pertama kali berusaha memiliki boneka cablak perempuan karena merasa sedikit kesulitan menguasai panggung, saat mengisi beberapa acara ternyata penguasaan audiens tak serta merta kita kuasai dengan baik. Maka diawal manggung ada rasa tak mampu menghadapi anak-anak yang super atraktif dan reaktif. Dengan pertimbangan itu maka saya pun meminang Rahma dari Tsabbita Boneka Puppet untuk menemani saya.
Saya lupa kapan pertama kali Rahma saya ajak keliling dunia, karena jujur saja rasa tak PD juga sangat menguasai saya. Saya tak akan mengeluarkan Rahma bila tak/belum naik panggung. Rahma menyapa audiens di awal dan akhir saya bercerita, untuk cerita tetap murni saya bawakan sendiri tanpa chit chat dengan boneka.
Rahma adalah teman terlama yang mengikuti saya siaran di RRI hingga....
"Bund, bolehkah kalau boneka yang dibawa tak usah dipakaikan kerudung?" Tanya salah satu EO yang menggunakan jasa kita. Dan saya pun terpesona....
Bagaimanapun Rahma dengan brand jilbabnya tak akan saya lepaskan begitu saja, akhirnya _lagi-lagi memaksa diri_ membeli boneka Kakek Ramawijaya di Tsabbita Boneka Puppet.
Maka berkelilinglah saya dengan penampilan Kakek perdana DI RA Roudlatul Arifin di Pakis dan dilanjutkan ke Pujon.
Kak Mora dan Kakek Ramawijaya
Suatu hari saya kena radang tenggorokan hebat, dan kesulitan menggunakan suara kecil Rahma serta suara Kakek karena gatal dan merangsang terus batuk. Audiens juga semakin banyak, bukan lagi puluhan, tapi ratusan. Jadilah saya mencari teman baru yang justru akhirnya lebih sering menemani saya show kemana-mana. Namanya Igos, saya meminangnya dari Kak Ami Ori Pendongeng yang sekaligus produsen boneka cablak.
Kak Mora dan 'Igos' Kera Ongisiras
Dan, suatu ketika saya diajak roadshow fatayat, mulailah saya berfikir untuk membuat identitas boneka baru untuk lebih merangkul keberagaman. Saya IGRA identik dengan baju keki hijau polosnya, saya juga RA dibawah binaan muslimat, maka hijau adalah pilihan tepat. Dan, tampillah Gasi bersama saya saat ini. Gasi lebih kecil, simpel membawanya namun tetap mampu menyenangkan anak-anak saat memperkenalkannya.
Kak Mora dan Gasi (Ahmad Gasi Nusantara)
Kapan-kapan saya lanjutkan cerita tentang mereka yaaa....
Omong-omong banyak boneka lainnya, namun belum pernah saya bawa tampil di publik. Maklum untuk olah suara saya masih harus belajar lagi selain 4 suara diatas. Psssttt..., bahkan suara Igos dan Gasi tetap serupa.
Itu dulu ya, sampai jumpa ✋
Dan tetaplah bahagia 🤩






0 Komentar