Prolog
Menjadi seorang penyiar radio adalah cita-cita yang tak pernah kesampaian buat saya sampai bersua dengan salah satu penyiar RRI yang bernama Mbak etik saat mengikuti lomba presenter yang diadakan oleh Fatayat NU tahun 2015.
Pelan namun pasti mengudara bersama RRI mulai tampak di depan mata. Bersama dengan komunitas PPMI Malang Raya yang membuat saya semakin bersemangat menembus perijinan agar dapat mengudara bersama RRI Malang.
Satu tahun setelah perbincangan dengan Kasie siaran RRI yang waktu itu masih Bpk. Edi, dibantu oleh Bu Tita, maka kami PPMI Malang Raya mulai mengudara bersama RRI Malang.
7 Agustus 2016 Kami resmi mengudara, dan mulai-lah perjalanan yang menakjubkan kami alami bersama RRI.
Istiqomah itu Berat
Apa yang dicita-citakan telah terlihat di depan mata, maka mulailah menakar hati dan kepala siapa yang akan mengisi setiap minggu saat mengudara, cerita apa yang harus kami bawakan setiap kali mengudara, dan bagaimana kami harus menyiapkannya.
Pusing dan lelah selalu saling berkelindan meminta penyelesaian, beruntung saya memiliki tim emak-emak rempong yang setia dengan kiprah dakwah kisah kami yang tak seberapa, dan kami tetap mengudara dengan tertatih-tatih namun istiqomah.
Bagaimana Kami Menjadwalkannya
Beramal tak melulu dengan harta, maka kami meniatkan beramal dengan selalu hadir saat "Radio Anak" mengudara. Bagi saudara kami yang longgar, para juara yang ingin mengudara dan menambah jam terbangnya, juga beberapa teman yang meminta mengudara bersama kami, kami siap bersinergi. Maka cerita-cerita indah tentang program "Radio Anak" mulai mengepakkan sayap indahnya.
Bagaimana Kami Bercerita
Berbicara di radio tak sama dengan berbicara di atas panggung. Maka bercerita pun tak sama pula caranya. Saat awal mengudara disambut oleh Mas Ari juga Pak Yono yang memberikan motivasi bahwa kami pasti bisa.
Setelah bersua dengan Pak Krisna dengan segala kritik dan sarannya, maka kami menjadi lebih nyaman dan piawai saat mengudara bersama RRI PRO 1.
Yang kami bawakan saat bercerita adalah apa yang kami bisa, kadangkala berupa cerita, terkadang dongeng, seringkali kisah.
Pada dasarnya saat kita memulai sebuah cerita, kita harus tahu dulu mau menanamkan apa? Nilai karakter mana yang akan kita bidik? Bagaimana menyampaikannya? Seperti apakah alur ceritanya? Dimana setting tempatnya? Dan Siapa tokoh cerita kita?
Maka seringkali kita harus mengarang saat perjalanan menjelang waktu siaran. Dan kami pun mengudara dengan cerita-cerita kami yang fresh from the oven, hehehe.
Namun adakalanya kami buntu dengan segudang kesibukan amanah lain, maka kami memilih membaca buku cerita agar kami tetap bisa memberikan yang terbaik bagi pendengar setia kami saat mengudara.
Dan...,
Saat HUT RRI yang ke-74 ini kami mendapatkan penghargaan karena loyalitas kami mengudara, maka menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya dan segenap PPMI Malang Raya. Kami ada karena njenengan semua memberi ruang bagi kami bereksplorasi dan berbagi sedikit untuk anak negeri sesuai kemampuan kami.
Maka terimakasih kami sampaikan pada RRI Malang khususnya RRI PRO 1, Bunda Kepala LPP RRI Malang, Bu Nunuk, Bu Ina, Bu Tita, Mbak Mira, Mbak Risa, Mbak Brantin, dan Mbak Etik Sulistya (Fiuh, mau menulis namamu aku sedikit lupa karena sepertinya aku menderita short term memory blocking), hehehe. Tak lupa Pak Krisna untuk semua tuturannya yang membuat kami semakin prima, Mas Ari yang selalu support, Mas Wendra yang suka bikin keki, Mas Yoyok untuk rekaman siarannya, dan banyak lagi yang tak bisa kami sebutkan.
Untuk para pendengar setia kami, Terima kasih! Wabil khusus team hebat RA Baitul Mu'minin (darimu, Alloh mengijinkan semua ini bermula), IGRA Singosari, KKG I Kabupaten Malang. Keluarga besar PPMI Malang Raya (Love you all fillah), terutama Kak Ninik (Halo sedulur 11/12, semangat ya!).
Pssst, ada yang hampir terlupa..., apa coba? Tentu saja semua karena suami saya Ridlo dan mengikhlaskan saya untuk terus beredar memberi makna kehidupan saya. Maturnuwun suamiku tercinta, lelaki kecilku yang soleh, bidadari hatiku yang selalu mengukir bahagiaku, semoga Alloh menyampaikan kita bersama hingga ke jannahNya, Aamiiin yaa robbal 'aalamiiin.
RRI Sekali Mengudara Tetap Di Udara, Jayalah RRI!
Pada dasarnya saat kita memulai sebuah cerita, kita harus tahu dulu mau menanamkan apa? Nilai karakter mana yang akan kita bidik? Bagaimana menyampaikannya? Seperti apakah alur ceritanya? Dimana setting tempatnya? Dan Siapa tokoh cerita kita?
Maka seringkali kita harus mengarang saat perjalanan menjelang waktu siaran. Dan kami pun mengudara dengan cerita-cerita kami yang fresh from the oven, hehehe.
Namun adakalanya kami buntu dengan segudang kesibukan amanah lain, maka kami memilih membaca buku cerita agar kami tetap bisa memberikan yang terbaik bagi pendengar setia kami saat mengudara.
Dan...,
Saat HUT RRI yang ke-74 ini kami mendapatkan penghargaan karena loyalitas kami mengudara, maka menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya dan segenap PPMI Malang Raya. Kami ada karena njenengan semua memberi ruang bagi kami bereksplorasi dan berbagi sedikit untuk anak negeri sesuai kemampuan kami.
Maka terimakasih kami sampaikan pada RRI Malang khususnya RRI PRO 1, Bunda Kepala LPP RRI Malang, Bu Nunuk, Bu Ina, Bu Tita, Mbak Mira, Mbak Risa, Mbak Brantin, dan Mbak Etik Sulistya (Fiuh, mau menulis namamu aku sedikit lupa karena sepertinya aku menderita short term memory blocking), hehehe. Tak lupa Pak Krisna untuk semua tuturannya yang membuat kami semakin prima, Mas Ari yang selalu support, Mas Wendra yang suka bikin keki, Mas Yoyok untuk rekaman siarannya, dan banyak lagi yang tak bisa kami sebutkan.
Untuk para pendengar setia kami, Terima kasih! Wabil khusus team hebat RA Baitul Mu'minin (darimu, Alloh mengijinkan semua ini bermula), IGRA Singosari, KKG I Kabupaten Malang. Keluarga besar PPMI Malang Raya (Love you all fillah), terutama Kak Ninik (Halo sedulur 11/12, semangat ya!).
Pssst, ada yang hampir terlupa..., apa coba? Tentu saja semua karena suami saya Ridlo dan mengikhlaskan saya untuk terus beredar memberi makna kehidupan saya. Maturnuwun suamiku tercinta, lelaki kecilku yang soleh, bidadari hatiku yang selalu mengukir bahagiaku, semoga Alloh menyampaikan kita bersama hingga ke jannahNya, Aamiiin yaa robbal 'aalamiiin.
RRI Sekali Mengudara Tetap Di Udara, Jayalah RRI!



3 Komentar
Love you lillah
BalasHapusMasyaAllah Tabarakallah
BalasHapusSemoga Kak Mora senantiasa diberikan Kesehatan Dan Keberkahan, agar tetap bisa terus Berbagi Kisah.
Aamiin
Aamiin yaa robbal alamiin, Maturnuwun kak Ale
HapusDoa yang sama buat Njenengan