Blogger Malang Bersatu dan Bersinergi


Ngeblog, Siapa Bilang Mencintaimu Tak Butuh Ilmu?

Memang ada benarnya penilaian orang lain pada kita, karena bisa jadi kita telah menganggap hidup kita cukup sempurna dengan apa yang kita jalani dan kita terima. Dan, itulah yang terjadi pada saya.... saya butuh didesak terlebih dahulu untuk mengeluarkan jurus-jurus terbaik yang saya miliki. Hahaha!

Hidup tak selalu sesuai dengan harapan dan angan kita, saya dulu berfikir setelah menikah saya bisa menggantungkan hidup saya sepenuhnya kepada kepala keluarga, namun agaknya saya harus taubatan nasuha, karena di tengah perjalanan saya harus belajar berdamai dengan kenyataan saat suami semakin tak menentu penghasilannya. Mulailah saya melirik banyak kesempatan untuk mengisi pundi-pundi keuangan keluarga dengan berbagai cara yang saya bisa. Jualan online buku, mainan, dan boneka. Sesekali susu kambing Aliifa. Alhamdulillah Alloh masih mengijinkan dapur saya ngebul karenanya.

Saat anak mulai besar, maka terasa pulalah biaya yang dikeluarkan juga ikut membesar, termasuk emaknya yang jadi pembesar (badan menggemuk dan melebar), hehe. Emak mulai ulik-ulik lagi kemampuan menulis untuk mengumpulkan koin receh pengisi dompet, hehehe.

Kesibukan sebagai istri, emak, dan juga seorang pendidik memaksa emak untuk semakin pandai mengelola diri dan juga waktunya. Ketika waktu longgar itu tiba, dan dunia blogger yang selama ini ingin dijelajahinya ada acara yang keren, maka emak pun tak segan membatalkan acara liburan di rumah untuk mengikuti acara yang jarang diketahuinya, hehe.

Kapan itu, Ahad 28 Oktober 2018

Emak pun mulai mengatur strategi untuk mengikuti beberapa acara di hari yang sama, u w o w....

Jam 08.00 WIB
Emak dimana pun akan melakukan hal yang sama, mempersiapkan anak-anaknya (entah mau diajak ataupun mau ditinggalkan di rumah). Dan drama rayu merayu dengan sedikit tangisan sang emak pun diijinkan terbang oleh suami yang berjanji menjaga buah hati mereka.

Mungkin karena suami mengijinkan dengan setengah hati melihat batita yang ditinggalkan menangis, sang emak sampai dua kali memutari jalan sukarno hatta untuk menemukan lokasi acara.

Di tengah rasa putus asa, sang emak berdoa, jika memang rejekinya untuk belajar maka dia akan menemukan jalannya. Ndilalah, ia melihat kedai seven chicken yang tadi dilewatinya begitu saja. Sempat merasa grogi, namun karena ada Emak Ivonie yang cukup dikenalnya, maka emak pun memberanikan diri untuk memasuki lokasi acara.

Taraaaa..., alhamdulillah bisa menemukan lokasi acara untuk belajar kembali dengan manusia keren di Kota Malang.

Selayang Pandang Seven Chicken, asyik buat kongkow-kongkow mahasiswa, di lantai 3 ada lokasi untuk belajar penuh konsentrasi, Cuma sayangnya karena sang emak ada janji lain di sekitaran daerah Sukun, sang emak tak sempat mencari tahu secara detil tentang seven chicken.

Mbak Fauziah sebagai moderator acara mulai membuka acara dengan cukup cerah, asyik juga berasa diterima sekalipun banyak wajah tak dikenal oleh sang emak.

Sesi pertama Mas Endrita dari Komunitas Malang Citizen yang mengulas tentang Ngeblog di Era Industri 4.0, serasa kembali ke bangku perkuliahan, deh! Mendengar penuturannya mengenai lapangan pekerjaan yang hilang dan lapangan pekerjaan yang tercipta di era tersebut membuat sang emak berjanji (alah-alah, janji beneran apa abal-abal ya?) untuk kembali mengisi blognya yang mati suri hihihi.

(Setidaknya tulisan ini adalah realisasi dari janji tersebut, aplausnya dong hehehe!)

Memang, inovasi dalam pengetahuan dan IT membuat kita harus terus meng-upgrade pengetahuan dan kemampuan untuk bertahan, so be strong guys....

Eh, saat mulai sodrek sana sodrek sini, smartphone bilang kalau memori hampir penuh dan ada beberapa aplikasi yang takkan bisa berjalan normal (Lu manyun, kan?)

Tiba-tiba sang emak ingat ada instagram untuk merekam video pertemuan tersebut, alhamdulillah....

Sesi berikutnya pematerinya adalah Himam Miladi teman zaman masih kuliah di UB. Himam menjadi salah satu Tim Inti dari Komunitas BOLANG (Blogger Kompasiana Malang) Hehehe....


https://www.instagram.com/p/Bpdl9csg-x0/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=1lusbacp0iwnl

Mengusung tema “Konsistensi Konten Blog”, Himam pun mulai berkisah bagaimana ia menjadi seorang penulis produktif dan menjadi salah satu kontributor kompasiana yang cukup aktif. Bahkan ada beberapa tulisannya yang diangkat menjadi HL (Halo Halo, apa itu? Hehehe..., ternyata Headlines)

Himam juga bercerita tentang bagaimana memanajemeni ide di kepala untuk dilahirkan dalam tulisan. Seburuk apapun tulisan itu, tulisan berhak lahir memenuhi takdirnya, cieeee.... itulah yang dilakukan sang emak kini.

Sebelum dilanjutkan oleh pemateri berikutnya, ada Komunitas SmartFren Community yang berbagi pengalaman dengan begitu banyak kegiatannya berbagi di berbagai wilayah di Malang khususnya. Hmm..., saya juga pengguna Mifi m3Z cukup lama yang sekarang entah kenapa tak bisa dipakai, mungkin butuh sambang ke outlet smartfren, tapi kapan ya?

https://www.instagram.com/p/BpdnqfYg3m_/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=ei0re5plmlvr

Emak cantik bernama Ivonie pun tampil di sesi ketiga membawakan tema “Emak juga bisa Nge-Blog” menceritakan bagaimana asal mula dirinya terjun ke dunia Blogger, dan luar biasanya sekarang ketekunannya membuahkan hasil, lhooo....

Sekali lagi, emak-emak itu ilmunya dipakai karena kepepet, kurang lebih begitu ya Mbak, dan berkat kepepetnya Mbak Ivon akhirnya jadi beternak blog yang sudah banyak menghasilkan, U W O W banget ya, kan?

https://www.instagram.com/p/BpdoVLegM2p/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=m2ca4yptlofk

Pssst, Mbak Ivon kan bilang kalau awal Nge-blog itu dipaksa suaminya. Nah ternyata pemateri dari Komunitas Blogger Kekinian yang bernama Ihwan adalah suaminya, cieeee.... suami istri sehidup sesurga, sebisa mungkin saling dukung di dunia Nge-blog yang berbudaya.

Nah, suami mbak Ivon bercerita tentang “Berkah Nge-Blog” yang telah dirasakannya (saya juga sammaaaa....)

https://www.instagram.com/p/Bpdpuw-g7xf/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=waq8unsoh0ii

Pertama, dapat ilmu
Ini alasan utama saya hadir, karena tak mungkin kan hanya dengan sim salabim abrakadabra Blog kita langsung menghasilkan, butuh ilmu untuk menggeluti dunia Blogger ini agar kian jatuh cinta. Kenapa demikian, kalau sudah cinta, apa saja akan dilakukan, ya kan ya kan?

Kedua, dapat Networking
Ini juga alasan saya bersilaturahmi dengan orang-orang keren di Malang Raya, agar saya mempunya jaringan yang luas yang saling berbagi manfaat bagi masyarakat, insyaalloh....

Ketiga, Barang
Alhamdulillah, berkat memvideokan acara di instagram, maka sang emak mendapatkan hadiah berupa tumbler dan jaket, alhamdulillaaaaahhhh.... tuh, kan panjang banget rasa syukurnya, hihihihi.

Keempat, fasilitas
Nah, asyik juga ceritanya karena ngeblog mereka sekeluarga dapat voucher nginep gratis di Kampung Lumbung, sang emak pun mengangguk-anggukkan kepala. Emak mana yang tidak mau mendapatkan hadiah?

Kelima, uang
Hmmmm..., ini yang semua orang inginkan untuk melanjutkan kehidupan di dunia materi, membeli apa yang dibutuhkan, ataupun juga yang diingini. Dan, para Blogger bersepakat bahwa mereka telah menemukan dunia kerja yang asyik dan sangat menjanjikan di revolusi industri 4.0.

Sang emak kembali mengangguk-angguk mengerti. Tuh, kan sekali lagi siapa bilang mencintai itu tak butuh ilmu? Setelah dapat ilmu, apa selanjutnya? Buktikanlah cintamu lewat perbuatan dan perbaikan di setiap kesempatan.

Terimakasih sudah mampir, sampai jumpa di tulisan berikutnya...


Posting Komentar

5 Komentar

  1. Luar biasa gigih,mbakku,guruku serta panutan dari anak-anakku ini.semoga ALLAH selalu melimpahkan rizky,kesehatan serta kesabaran untuk beliau kak Dewi Mora Rizkiana..amiin

    BalasHapus
  2. Asik yaa acaranya berbobot. Saya dtgnya telat dpt ilmunya jg dr yg tetakgir2 aja. Sukses yaa... Kmbali nulis diblog


    BalasHapus
  3. Awalnya terpaksa ntar awas keenakan ya, Mak. Ngeblog bikin ketagihan soale

    BalasHapus
  4. Buat buibu gini ngeblog juga sebagai terapi ya mba.. biar keluar deh kata2 di kepala hehe

    BalasHapus
  5. Semoga bermanfaat yang disampaikan di acara itu ya mbak, emak-emak kalau disuruh ngomong di depan jadinya curhaaat hahahaha

    BalasHapus