Juri
Dalam Kamus besar bahasa indonesia juri memiliki arti sebagai berikut:
ju·ri1 n 1 orang (panitia) yang menilai dan memutuskan kalah atau menang (dalam perlombaan, sayembara, dan sebagainya)
Dan menjadi juri harus melewati beberapa persyaratan administrasi dan Kompetensi. Salah satunya adalah memahami dunia yang dinilainya. Hmmm, dan hal itu membutuhkan jam terbang yang tak sedikit.
Juri juga harus melepaskan segala kepentingan terhadap perlombaan yang dinilainya. Karena yang dinilai adalah mutlak kompetensi para peserta lomba.
Seorang juri yang adil pasti akan memberikan penilaian yang obyektif terhadap keseluruhan peserta.
(Cerita panjangnya lain episode ngge)
Lomba
Pada dasarnya ketika sebuah lomba digelar, maka penyelenggara pasti menginginkan yang terbaik yang menjadi juara.
Dan, penyelenggara juga tidak akan sembarangan memilih juri dalam menilai para peserta lomba.
Juara
Para peraih nilai tertinggi dalam perlombaan, mereka yang menampilkan tampilan terbaik. Dan, akhirnya mereka meraih predikat kejuaraan.
Kompetensi
Hihihi, kok jadi serius tulisan saya. Kemampuan yang dimiliki oleh para peserta lomba yang teruji dan membuat mereka dinilai para juri.
Nah, hari ini penjurian berlangsung begitu alot dan luar biasa, karena 50 peserta yang keren-keren. Begitu sulit menentukan para juara ditengah keseragaman cerita dan gaya yang ditampilkan.
Jadi begini, tugas kita sebagai pendidik dan pelatih adalah mendampingi, memfasilitasi, dan memotivasi anak didik kita. Mencarikan referensi cerita dan pencerita untuk diamati, ditiru, dimodifikasi sesuai dengan kepribadiannya, bukan menjadikan anak fotokopi dari apa yang kita minta.
Sulit ya?
Mungkin kita yang dewasa bisa dengan mudah membaca, memahami cerita, menguasai alur dan konfliknya, mematangkan tokoh cerita yang dibawakannya.
Tapi bukan tidak mungkin anak tetap menemukan dirinya berbahagia dengan cerita yang disampaikannya.
Hmmm..., beberapa peserta tampak hafal teks, namun ekspresi mata dan wajah tidak "hidup". Beberapa tampak "hidup", tapi lupa akan sebagian cerita yang disampaikannya.
Tak apa, semua adalah proses.... Semua sedang berproses, jangan berhenti berproses karena dengan terus berproses kita akan menjadi yang terbaik.
Ngomong apa sih saya? Hihihi, hanya curcol sembari dibonceng abang grab yang membantu saya menjaga semangat menulis.
Dikritisi monggo, dengan senang hati, karena saya pun sedang berproses.
Sampai jumpa di liputan berikutnya.
0 Komentar