Kompetensi adalah sebuah standar kualitas yang harus teruji dan akan terus diuji

Tentang Menulis

Awal menulis di blog (yang saya lupa entah kapan) hanya berharap suatu ketika tulisan positif saya ditemukan, dibaca orang, menginspirasinya melakukan kebaikan, dan pada akhirnya akan menjadikan pembetot saya dengan doa-doa mereka. Menjaga saya untuk menetapi kebaikan sekecil apapun yang setidaknya jadi amalan penghalang masuk neraka.

Dan, saya mulai belajar blogspot.com.

Apakah kemudian saya rajin menulis? Ternyata tidak, blog saya berkali-kali mati suri karena saya tak mampu untuk memanajemeni kontennya dengan baik.

Sekali waktu saya muncul, sekian banyak waktu saya kembali tenggelam dalam kesibukan dengan berbagai alasan.

Ada beberapa postingan yang saya hapus kembali karena merasa takut dinilai oleh orang lain.

Hingga saya tersentak, bahwa keberhasilan saya keluar dari zona hitam masa lalu adalah dengan menulis dan membaca.

Kapan itu? Baru-baru saja saya menyadari hal itu.

Kilas Balik

Anda tau rasanya terluka, tak dihargai, dan dianggap bukan siapa-siapa karena kau berbeda?

Seperti itulah rasa yang harus saya kelola, bahkan hingga saat ini.

Kalau dulu saya memilih berhenti dan bersembunyi, saat ini saya memilih berbagi. Ternyata dengan berbagi saya merasakan kebahagiaan tersendiri saat ada yang menyapa dan mendoakan saya bahkan disaat-saat tak terduga.

Ada masanya kita merasa bahagia, namun adakalanya kita merasa terpuruk dan nelangsa. Karena sebuah tulisan saya, Alloh menggerakkan hati seorang hambaNya menyapa saya dengan lantunan doa-doa kebaikan yang membuat saya berurai airmata.

Kebaikan tak selalu kembali seketika, ia kembali dalam berbagai rupa sebagai tanda Alloh tak membiarkan kebaikan kita menguap begitu saja

Menulislah, agar dunia tahu bahwa kamu mampu menyapa dengan ramah sekalipun duniamu antah berantah.