Musyawarah merupakan sebuah cara menyelesaikan segenap permasalahan yang menjadi keresahan sekaligus tantangan di masyarakat.
Dibuka oleh Ketua Tim 9, dilanjutkan sambutan dari Kepala Desa, Ketua BPD.
Pak Babinsa yang menghimbau apapun yang menjadi program dan prioritas bisa dimusyawarahkan dengan baik. Untuk segenap kegiatan masyarakat hendaknya menginformasikan sekaligus konfirmasi kegiatan H-3 agar bisa dikawal dengan baik.
Pak Kepala Dusun Biru mengingatkan bahwa musyawarah untuk mengefektif-efisienkan anggaran dana desa agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya untuk kemaslahatan masyarakat.
Pembangunan fisik dan non fisik harus berjalan beriringan, pelatihan-pelatihan untuk masyarakat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Pertanian dengan irigasinya juga membutuhkan perhatian khusus.
Keuangan desa yang sangat besar setiap tahun memiliki alokasi sesuai prosentase masing-masing.
Dihadiri oleh perwakilan RT 1 sampai RT 12 kurang lebih 50 orang.
Untuk para RT diharapkan mengumpulkan kertas usulan yang diberikan pada saat MusDes 1.
Tim 9 bertugas mengumpulkan usulan seluruh RT dan menyusun berdasarkan skala prioritas dan akan tampil di RPJM Desa.
Pembangunan yang ada diharapkan menuju Desa Mandiri.
Fokus Dana Desa
1. Desa memiliki sarana olahraga
2. Embung Desa
3. BUMDES (Badan Usaha Milik Desa)
4. Satu Desa Satu Produk
Pertanyaan
1. MusDus tiap tahun atau hanya sekali?
2. Pembangunan fisik dan non fisik yang bagaimana?
Usulan pembuatan pupuk organik
Pertanyaan dan usulan dijawab oleh Sekdes selaku Ketua RPJM Desa.
MusDes -> MusDus-> Tim 9 -> RPJM Desa -> MusDes
Tiap tahun ada MusDes dan MusDus untuk menindaklanjuti hasil pembangunan yang ada dan menentukan skala prioritas dalam RPJM Desa yang belum terlaksana.
Seperti halnya MusDus Jilid 1. Paving jalan dan permasalahan sampah menjadi primadona program yang diusulkan. Dan muncul primadona baru, pembangunan balai dusun.
Juga ada ragam usulan, seperti Pelatihan kewirausahaan muda-mudi yang tergabung di Karang taruna. Pemberian santunan para guru ngaji tiap tahun. Pembangunan Gedung balai dusun, Koperasi Unit Desa yang mememberikan layanan simpan pinjam. Pembangunan drainase mluwo. Sosialisasi melek hukum dan pelatihan. Pengadaan gorong-gorong. Pipanisasi air minum, pembangunan tandon air pengembangan kesenian masyarakat seperti musik patrol.
🤲 Pengolahan shuttlecock dari hulu ke hilir
🤲 Pembangunan gedung serbaguna
🤲 Pelatihan Pemuda melek teknologi
🤲 Portofolio desa
🤲 Pelatihan Pemuda melek teknologi
🤲 Portofolio desa
Perbatasan desa harap diperhatikan, perbaikan saluran air minum. Makam biru tidak diperkenankan ditanami oleh warga desa lain. Penyelenggaraan UKM Mart.
Posyandu meminta alat-alat kesehatan dan insentif untuk kader. Pendataan ulang keluarga pra sejahtera disesuaikan dengan kriteria yang spesifik agar bantuan tidak salah sasaran.
MusDus pun ditutup dengan doa bersama, peserta MusDus pulang ke rumah masing-masing.
Melihat banyaknya permasalahan di masyarakat, ternyata saya masih harus banyak belajar.





0 Komentar